Perkuat Budaya Mutu dan Tata Kelola Pendidikan, Tiga Sekolah di Bangli Ikuti Bimtek SPMI

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 24 Agustus 2026
Sedang Mendengarkan
Perkuat Budaya Mutu dan Tata Kelola Pendidikan, Tiga Sekolah di Bangli Ikuti Bimtek SPMI
Workshop

BANGLI – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sukses digelar di Aula SLB Negeri 1 Bangli pada Sabtu (22/8/2026) .

Kegiatan kolaboratif ini diikuti oleh ±90 peserta yang berasal dari tiga satuan pendidikan, yakni SLB Negeri 1 Bangli (59 peserta), SMKN 3 Bangli, dan SMKS Praja Pandawa .

Bimtek SPMI secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK dan PLK) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Made Vitri Apsari, S.STP., M.AP., yang hadir mewakili Kepala Dinas .

 

Mutu sebagai Budaya, Bukan Sekadar Administrasi

Sebelum pelaksanaan Bimtek, SLB Negeri 1 Bangli telah mengawali langkah penguatan tata kelola dan budaya mutu melalui sosialisasi, pembentukan tim, serta deklarasi komitmen bersama .

Dalam pengarahannya, ditekankan bahwa mutu pendidikan tidak boleh berhenti sebagai slogan atau gugur kewajiban administrasi belaka, melainkan harus diinternalisasi menjadi budaya dan cara kerja harian di sekolah . Keberhasilan SPMI tidak diukur dari banyaknya dokumen yang dihasilkan, melainkan dari dampak dan perubahan nyata terhadap kualitas pengalaman belajar peserta didik .

 

Perencanaan Berbasis Data: Identifikasi, Refleksi, dan Benahi

DSCF2367
 

Bimtek ini mendorong sekolah untuk memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai cermin objektif dalam melihat kondisi satuan pendidikan . Rapor Pendidikan difungsikan untuk menentukan prioritas pembenahan melalui tiga langkah utama :

Identifikasi: Melihat kondisi dan permasalahan nyata di satuan pendidikan .

Refleksi: Mengaji penyebab akar masalah secara komprehensif .

Benahi: Merumuskan langkah pembenahan yang terarah dan tepat sasaran .

Melalui pola ini, peserta diajak untuk mengubah mindset (pola pikir) pengelolaan sekolah—dari yang semula bekerja berdasarkan kebiasaan dan sekadar mengejar administrasi, menjadi bekerja berdasarkan data untuk menyelesaikan masalah dan mengejar kualitas layanan .

 

Kolaborasi Ekosistem Mutu

DSCF2356
 

Peningkatan mutu pendidikan memerlukan keterlibatan seluruh ekosistem, mulai dari kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, guru sebagai aktor utama pembelajaran bermakna, fasilitator pendamping, hingga gugus belajar sebagai ruang berbagi praktik baik .

Sebagai tindak lanjut dari Bimtek ini, seluruh sekolah peserta berkomitmen untuk memperkuat tim internal, menjalankan siklus identifikasi-refleksi-benahi secara konsisten, serta mengarahkan setiap program peningkatan mutu demi menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik .


 

Ditulis oleh Admin • Diterbitkan pada 24 Agustus 2026 • Diperbaharui pada 07 September 2026